Intisari Kehidupan



1.DERAJAT ORANG BERILMU
Orang alim itu mulia walaupun ia kecil, sedangkan orang bodoh itu kecil sehingga ia tua renta.
Belajarlah kamu! karena tidak seorang pun lahir dalam keadaan berilmu. Tidaklah sama orang yang berilmu dan orang yang bodoh.
Sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak berilmu itu kecil, apabila berkumpul dalam sebuah Mejelis Ilmu.

2. KEUTAMAAN ILMU
Jika kamu mempunyai harta tetapi tidak punya ilmu, maka kamu tidak ada bedanya seperti orang punya sandal tetapi tidak punya kaki.
Jika kamu mempunyai ilmu tetapi tidak mempunyai harta, maka kamu tidak ada bedanya seperti orang yang mempunyai kaki tetapi tidak mempunyai sandal.

3. PERUMPAMAAN ORANG MENCARI ILMU
Barangsiapa yang ketinggalan mencari ilmu di masa mudanya, maka takbirlah ia empat kali atas kematiannya.
Ilmu itu adalah binatang buruan, tulisan adalah telinganya. Ikatlah buruanmu itu dengan tali yang kuat.
Maka termasuk bodohlah, jika kamu berburu kijang dan engkau tinggalkannya diantara buruannya yang lepas.
(Imam Syafi’i)

4. ILMU HARUS DIAMALKAN
Orang yang berilmu, kalau ia tidak mengamalkan ilmunya, maka ia akan diadzab sebelum orang menyembah berhala.

5. ORANG YANG BERILMU DAN TIDAK BERILMU
Orang yang berilmu itu hidup kekal selamanya sesudah ia meninggal, walaupun tulang belulangnya telah hancur luluh di bawah tanah.
Orang bodoh pada hakikatnya adalah mati walaupun ia berjalan, ia menyangka bahwa hidup padahal tidak ada gunanya sama sekali.

6. MASA BELAJAR
Apabila mengajar membuka hati pada masa kecil, maka sungguh akan ditemui yang tersimpan di dalamnya laksana ukiran di batu.
Telah mencerminkan kepada pribadiku, kelalaian yang aku pelajari pada masa tua, dan aku tidak lupa sesuatu yang aku pelajari di masa muda.

7. NASEHAT
Kami mengeluh kepada Imam Waqi’ tentang kelemahan hafalanku, maka ia memberiku petunjuk agar meninggalkan maksiat.
Dia memberiku nasehat bahwa sesungguhnya Ilmu itu adalah Nur Allah. Dan Allah tidak akan menunjukannya kepada orang yang maksiat.
(Imam Syafi’i)
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka
menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang menyintai
akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang
lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.
(Umar bin Khattab)

8. KEUTAMAAN KITAB (BUKU)
Sebaik-baik handai taulan dan teman duduk sepanjang masa adalah buku. Engkau dapat membawa dan memilikinya sebagai sahabat setia.
Sebagai sahabat setia, sebuah buku tidak pernah membuka rahasia dan tidak pula sombong dan di dalamnya terdapat hikmah dan kebenaran.

9. KEHIDUPAN PEMUDA
Kehidupan pemuda adalah tergantung kepada ilmu dan ketaqwaannya, apabila keduanya tidak dimiliki, maka akan sia-sialah kepemudaannya.
Ilmu itu dapat menggerakan orang yang rendah pada kemuliaan yang tinggi, sedang yang bodoh itu dapat menurunkannya derajat kehebatan pemuda.
(Ali bin Abi Tholib)
Jadilah Engkau seorang pemuda yang kedua kakinya selalu berpijak di atas tanah, sedangkan cita-citanya melambung pada bintang seroja.

10. KEMULIAAN
Barangsiapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka ia harus berani menyelam di dasar lautan, barangsiapa yang ingin mendapatkannya, maka ia harus terjaga dari tidur malam.
Barangsiapa yang belum pernah merasakan sengsaranya belajar sesaat. Maka bersiap-siaplah sengsara dalam kebodohan sepanjang hidupnya.

11. KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan itu bukanlah pada pengumpulan harta, tetapi taqwa kepada Allah itulah kebahagiaan sejati.
Taqwa kepada Allah itulah bekal yang sebaik-baiknya disimpan, pada sisi Allah jualah kebahagiaan pada orang yang bertaqwa.

12. JANGAN TERTIPU
Orang yang berakal sengsara dalam nikmat karena akalnya sedang orang bodoh dalam kesengsaraan bodohnya, itulah kenikmatan mereka.
Jangan Engkau tertipu melihat musuh menitikkan air matanya. Kasihanilah masa mudamu dari korban musuh yang pura-pura menyatakan sayang.
Ada juga permusuhan itu yang dapat Engkau ambil manfaatnya dan ada juga persahabatan itu membawa melarat yang menyebabkan hati menjadi sakit.
(Al-Muntanabbi)

13. JANGAN DIREMEHKAN
Jangan Engkau pandang enteng tipu daya orang yang lemah, kadang-kadang seekor ular besar mati diracun oleh kala yang kecil.
Kalau kiranya yang menjadi modal hidupmu adalah umurmu, maka awasilah jangan sampai Engkau belanjakan pada perkara yang tidak penting.
Diantara perbedaan malam dan fajar menyingsing selalu ada pertempuran yang membawa kita ke dalam keadaan yang sangat menakjubkan.
(Najmuddin Muhammad)

14. MEMILIH TEMAN
Janganlah kamu berteman dengan orang bodoh, waspadalah dirimu dan terhadapnya.
Betapa banyak orang yang bodoh menjelek-jelekan orang yang pandai ketika berteman dengannya.
Bandingkan orang yang satu dengan lainnya, apabila orang tersebut sedang bersama-sama.
Yang satu dengan yang lainnya mesti ada perbedaan dan ada pula persamaannya.
Hati yang satu dengan hati yang lainnya akan terbukti ketika berjumpa.
(Ali bin Abi Thalib)

15. ADAB BERTEMAN
Engkau lihat orang yang baik apabila putus hubungannya dia tetap menyimpan kejelekan temannya dan selalu menampakkan kebaikannya.
Engkau akan melihat pula orang jahat apabila putus hubungan, dia tetap menyimpan kebaikannya dan menampakkan kejelekannya.

16. MACAM-MACAM TEMAN
Berapa banyak teman baru yang telah kukenal, dia menjadi lebih terhormat daripada teman lama.
Dan berapa banyak pula teman yang baru kukenalnya di jalan dia menjadi temanku yang sejati.
***UNGKAPAN DAN NASIHAT DARI SAHABAT***
” Hatinya tidak diberikan untuk selain-Mu
bukan bagi-Mu lidah dengan cinta yang palsu…”
“Seseorang akan kuat bersama dengan teman-temannya yang saling menasehati dalam kebenaran, kebaikan, kesabaran dan kasih sayang”
( Syaikh Salim Al Hilaly)
From : Sunflo
By : Makna Hidup
*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna ***
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb
Itu adalah sesuatu yang benar menurut saya. Kita semua tentu mempunyai visi dalam hidup kita. jiga kita hanya bervisi tanpa melakukan nya tentu saja itu hanya akan menjadi mimpi belaka. Saya mempunyai sebuah visi dan tujuan hidup saya, setidaknya itu yang kita semua miliki di dalam kehidupan. Sadar atau tidak sadar kehidupan tidak akan berjalan tanpa adanya visi dan tujuan. Tujuan untuk apa kita ada di dunia dan mau di bawa kemanakah hidup kita ini? Akan kah di bawa menuju kesuksesan atau kah akan dibawa menuju keterpurukan. Itu semua adalah pilihan kita sendiri.


Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.

Life is short. There is no time to leave important words unsaid.
~ Paulo Coelho

Perjalanan dalam hidup kita, tak terasa sangat lah singkat. Seperti kata dalam Dorama Favorite saya "Tidak ada hari untuk esok! Kerjakan hari ini apa yang kamu bisa kerjakan hari ini!"(proposal daisakusen)   Maka dari itu buatlah planing dalam hidup kita, apa sajakah yang akan kita kerjakan dimasa sekarang dan masa depan. Mempunyai sebuah impian tentu saja harus direncanakan secara matang. Bukannya ingin terkesan tergesa-gesa, tapi cobalah untuk tidak bertele-tele dalam hidup. Dan hal ini saya cukup sesalkan dalam hidup saya, karena saya adalah tipe orang yang suka menunda pekerjaan.T.T


Jika Anda mempunyai pekerjaan yang tidak disertai hal-hal yang menjengkelkan, berarti Anda tidak mempunyai pekerjaan.
~Malcom Forbes
Dalam hidup, tak ada bagian dimana seseorang hanya merasakan saat yang bahagia. Dalam pekerjaan, persahabatan, cinta, dan keluarga. Tak ada dan tak mungkin selalu bahagia, namun terkadang ada juga perasaan dan rasa yang menjengkelkan, kesedihan, dan keputus asaan. Itu adalah bumbu dalam sebuah kehidupan, sandungan kecil untuk kita dapat belajar agar tak tersandung lagi suatu saat nanti. Jika anda tak pernah merasakan hal itu tentu saja anda juga tidak akan pernah merasakan yang namanya kebahagiaan.
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.
(Anknown)
Sedetik dari kehidupan adalah hal yang paling berharga. Karena dari sedetik itulah kita dapat merasakan kebahagiaan, kesedihan, dan kekecewaan. Hidup ini sangat berharga karena menyangkut kebahagiaan kita sendiri. Jalanilah hidup dengan penuh mawas dalam melangkah, karena itu akan menentukan jalan yang kita pilih.




Kesuksesan bukan kunci dari kebahagiaan.
Kebahagiaan kunci dari kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yg Anda kerjakan, Anda pasti akan sukses
–Herman Cain
Selalu tekun dan mencintai apa yang kamu kerjakan adalah kunci menuju kesuksesan. Dalam kehidupan pilihlah apa yang menjadi cita-cita dan cintailah dengan sangat. Karena itu akan membuat kita sampai pada apa yang kita harapkan.

 ~Dalam  perjalanan hidup akan ada banyak tembok yang menghalang. Panjatlah tembok itu dengan gigih dan lanjutkan jalan mu sampai kau menemukan tujuan dalam perjalanan hidupmu~
-Hiro-
UNIVERSITAS KEHIDUPAN ...

Hidup memberi banyak warna. Banyak hal yang membelajarkan. Banyak peristiwa yang mendewasakan. Banyak kejadian yang memahamkan kita ...

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

______

(Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan")
Semangat pagi! Share and be happy :)
Diposkan oleh RAmbawani di Sabtu, Juni 16, 2012
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Label: PUISI
Puisi ini bertajuk kehidupan
Puisi kecil yang terseret oleh laut dalam
Namun, kehidupan siapa?
Aku? Kamu? Dia? Mereka?

Simpan saja tanyamu
Bukankah kita hanya perlu berjalan?
Bergandeng tangan hingga masuk jurang?
Dan kau akan mengerti kisah yang tersimpan.

Tapi...
Tidak, terima kasih banyak
Aku hanya ingin berceloteh tentang benak
Seperti kehidupan bertabur pelangi yang tersembunyi dalam semak

Dan ah...
Apa kau lihat itu?
Malaikat pencabut nyawa telah berkumpul dalam jumlah yg banyak.
Karya : Mbak Indri
Link
...............................................................
Ya kehidupan setiap orang menyimpan rahasia masing-masing.
Terima kasih telah membacanya.
Tinggalkan komentar anda.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Life is not lost by dying; life is lost minute by minute, day by dragging day, in all the thousand small uncaring ways” stephen vincent bennet
Quote ini benar-benar telah menyadarkan saya, bahwa kehidupan ini sesungguhnya bukan hilang karena kematian yang ‘memang’ akan menjemput kita kelak. kita tidak menyadari dengan seksama, bahwa hidup yang kita miliki itu ‘sama artinya’ akan hilang apabila kita tidak optimalkan setiap detik waktu yang berjalan dalam kehidupan ini.
Satrio Pinandito Motinggo
“The optimist sees the rose and not its thorns,
the pessimist stares at the thorns, oblivious to the rose”
 Kahlil Gibran 34
Sebenarnya, orang-orang yang tidak percaya bahwa ada kehidupan setelah mati adalah orang-orang yang pesimis. Karena orang-orang ini secara tidak langsung percaya bahwa tidak ada yang disebut kelestarian atau keberlangsungan hidup. Dengan kata lain, mereka benar-benar tidak memiliki harapan yang baik di masa mendatang.
Sementara itu ada juga orang yang bersikap terlalu optimis. Mereka berpikir bahwa tak jadi soal apakah benar atau tidak, keberadaan alam akhirat itu, sebaiknya kita percaya saja. Namun yang paling menyedihkan dari kesemuanya itu adalah apabila seseorang berpikir bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian.
Mungkin saja banyak alasan yang mendukung kepercayaannya, tetapi kepercayaan seperti itu jelas lebih buruk dari kematian.
Kahlil Gibran mengatakan, ”Seorang optimis melihat bunga mawar, bukan duri-durinya. Sementara seorang pesimis menatap duri-duri dan mengabaikan bunga mawar”
Jika kita melihat perkembangan ilmu genetika yang sudah sedemikian pesat, seperti cloning misalnya, hal ini merupakan sebuah gambaran yang sangat gamblang akan mungkinnya seseorang dibangkitkan kembali seperti semula.
Banyak orang yang bahkan berharap melalui beragam fenomena ingin memperoleh bukti tentang keberadaan kehidupan alam akhirat, namun anehnya, mereka menemukan 99 % kekecewaan. Sekali lagi, hal ini disebabkan oleh sudut pandang yang pesismistis.
HANYA KEHIDUPAN, BUKAN YANG SELAINNYA
Abraham Maslow mengatakan,”Pahamilah berbagai pengalaman batin, pengalaman subyektif, pengalaman lisan, sehingga pengalaman-pengalaman ini dapat diwujudkan dalam dunia abstraksi, dunia percakapan, dunia sebutan, dst.
Yang konsekwensinya dengan segera memberi kemungkinan untuk mengontrol proses bawah sadar dan proses yang tak dapat dikendalikan.” 35]
Salah satu gagasan terpenting kaum Arif adalah bahwa kehidupan itu adalah hidup itu sendiri sementara kematian adalah kematian itu sendiri. Atau dengan kata lain, untuk kehidupan tidak akan pernah ada kematian dan untuk kematian tidak akan pernah ada kehidupan.
Untuk mempelajari filsafat dan metafisika, keduanya mesti melalui kehidupan ini, sehingga siapa pun dapat membuktikan bahwa hidup itu berkelanjutan. Oleh karenanya kaum Arif mempraktekkan proses yang dengannya ia sanggup menyentuh bagian kehidupan itu di dalam diri mereka sendiri sehingga mereka terlepas dari pengaruh kematian.
Dan dengan menemukan bagian kehidupan ini, kaum Arif secara alamiah mulai merasakan kepastian hidup. Hal ini juga yang membuat mereka makin meyakini akan hidup itu sendiri ketimbang apa pun di dunia ini. Karena lewat kehidupan itulah mereka mampu melihat esensi perubahan dan keterbatasan segala sesuatu.
Mereka benar-benar meyakini bahwa segala sesuatu yang dibangun pasti akan rusak, segala sesuatu yang disusun pasti akan runtuh dan segala yang dilahirkan pasti akan mati.
Di dalam penemuan atas realitas kehidupan ini akhirnya mereka menemukan diri mereka sendiri dan itulah kehidupan yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya segala sesuatu yang mereka ketahui selain kehidupan itu sendiri mulai mereka rasakan tak lagi bermakna.
MENEMUKAN KEHIDUPAN DI DALAM DIRI SENDIRI
Dengan jalan apa seseorang menemukan kehidupan di dalam dirinya, dimana ia sendiri tidak pernah dilahirkan dan tidak pernah mengalami kematian? Apakah dengan menganalisa diri?
Akan tetapi bukankah analisa diri menurut ajaran para mistikus berarti memahami sarana raga ini untuk kita dimana kita berdiri dengannya?
Lalu apa yang kita sebut pikiran, dan terdiri dari apakah pikiran itu?
Dengan bertanya kepada diri kita sendiri, ‘Apakah aku ini adalah tubuhku ini, ataukah aku ini hanya berupa pikiranku semata?’
Di lain waktu seseorang bisa saja melihat bahwa dirinya adalah orang yang mengenal raganya dan pikirannya, akan tetapi hanya bila ia dapat memegang raga dan pikirannya seperti memegang dua buah pelampung, yang membuatnya terapung di atas air.
Demikian juga ketika raga berada di dalam posisi kritis, maka pikiran menjadi juru selamat dari bahaya tenggelam dalam telaga kematian.
APA ITU KEMATIAN SESUNGGUHNYA?
“Dia sedang menyatu, dia tidak melihat, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak mencium (bau), mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak merasa, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak bicara, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak mendengar, mereka berkata; dia sedang menyatu,
Dia tidak berpikir, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak menyentuh, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Dia tidak mengetahui, mereka berkata: dia sedang menyatu,
Ujung hatinya bercahaya dan dengan cahaya itu dirinya lepas melalui mata atau melalui kepala atau melalui lubang-lubang ragawi.
Dan ketika dirinya lepas, kehidupan meninggalkannya.
Dan ketika kehidupannya lepas, semua nafas vital meninggalkannya.
Dia pun lalu menyatu dengan intelejensia.
Lalu apakah intelejensia akan meninggalkannya?
Ilmunya dan amalnya menggenggamnya, demikian juga pengalaman masa lalunya?” 36]
Bukankah kematian itu hanya konsepsi kita saja? Sehingga dengan membuat konsep kematian tersebut kita dapat mengenal hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Dan dengan mengenal kehidupan yang sesungguhnya serta membandingkan antara kehidupan yang sesungguhnya dan kematian, kita semakin sadar bahwa sebenarnya kematian itu tidak ada.
Mungkin yang paling mudah untuk dipahami bahwa sesungguhnya kematian itu hanya sebuah pintu untuk memasuki kehidupan lainnya. Kematian hanya sebuah barzakh (antara) menuju sebuah kehidupan lainnya. Kematian hanya sebuah istilah di mana seseoarng sedang memulai sebuah kehidupan baru.
Seorang Arif tidak sekadar belajar. Ia juga menyelami dan menyadari kehidupan ini. Dengan menyadari hidup, ia menyadari kematian. Dan baginya, baik hidup atau pun mati, adalah kondisi.
Akan tetapi ia tidak berada di dalam kondisi-kondisi tersebut, karena ia bahkan menciptakan kondisi tersebut. Bagi sang Arif, kondisilah yang ia bawa dan ia ciptakan. Sedangkan bagi orang lain, kondisi membuat mereka tiada berdaya.
Untuk sampai pada realisasi ini (realisasi akan kehidupan dan kematian) adalah dengan jalan tidak sekadar mempelajarinya. Jadi jika demikian, untuk apa kita mempelajari kesemuanya termasuk kehidupan itu sendiri?
Untuk objek yang kita pelajari! Namun juga mesti disadari bahwa tidak segala sesuatu yang kita pelajari didasarkan pada objek yang dicari.
BELAJAR DARI RUMI
Jika seseorang ingin mengetahui rahasia hidup, maka pelajaran pertama untuk tidak mempelajari adalah manakah yang kita sebut sebagai pelajaran. Tentu ini sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami. Bila kita membaca kehidupan Rumi dan gurunya, Sham-e Tabriz, pelajaran pertama yang terakhir diberikan kepada Rumi adalah tidak mempelajari apa yang telah ia pelajari.
Apakah dengan tidak mempelajari membuat orang lupa terhadap yang telah ia pelajari? Tidak mempelajari ini berarti mampu berkata dengan alasan, secara logis, bertentangan dengan apa yang telah ia pelajari.
Bila seseorang terbiasa berkata: ini salah, itu benar. Ini baik dan itu buruk. Ini besar dan itu kecil. Ini lebih tinggi dan itu lebih rendah. Ini spiritual dan itu material. Ini atas dan itu bawah.
Ini sebelum dan itu sesudah. Jika seseorang dapat menggunakan kata-kata berlawanan pada masing-masingnya dengan akal dan logika, secara alamiah ia telah tidak mempelajari yang telah ia pelajari. Setelah ini realiasasi akan kebenaran dapat dimulai.
Kemudian pikirannya tidak teratur lagi. Kemudian ia mulai hidup, jiwanya telah lahir. Kemudian ia menjadi toleran dan memaafkan. Kemudian ia akan memahami kawan dan lawan. Kemudian ia tidak pernah hanya memiliki satu sudut pandang. Ia memiliki semua sudut pandang. Tidakkah hal ini berbahaya?
Apakah ini akan menghilangkan sudut pandangnya sendiri? Tidak. Orang bisa menduduki satu kamar di dalam rumah atau sepuluh kamar. Orang dapat menggunakannya sesukanya sesuai dengan berapa banyak sudut pandang yang dapat ia lihat, betapa besar sudut pandangnya.
Semua ini dapat dicapai melalui proses meditasi, dengan menyetel dirinya, membawa dirinya ke dalam ritme yang tepat. Dengan konsentrasi, kontemplasi, meditasi dan realisasi. Melalui mati dan hidup sekaligus pada saat yang sama.
Untuk memunculkan kematian pertama-tama ia harus mati. Hal penting dan paling besar agar manusia dapat menyempurnakan hidupnya adalah satu dan hanya satu, yaitu memunculkan konsepsi kematian.
Untuk mencabut konsepsi kematian seseorang harus memainkan kematian, dan berusaha mengenal apa kematian itu. Memainkan kematian adalah pelajaran besar. Yang kita lakukan adalah hal yang salah, karena kita memainkan kehidupan bila kita berada di bawah kematian.
Jika kita memainkan kematian ia akan menjadi sesuatu yang nyata dan tidak pura-pura. Dengan melalui ini kita akan menemukan kehidupan. Karena kita mengalami kematian dengan memainkan kehidupan, dan kita mengalami kehidupan dengan memainkan kematian.
Yang kita sebut kematian adalah kematian raga ini. Dan jika kita menghubungkan diri kita dengan raga ini sebagai wujud kita, maka ini berarti mati. Orang awam bertanya kepada temannya, ‘Bagaimana aku tahu bahwa aku mati?’ Temannya menjawab, ‘Mudah saja. Jika jaketmu licin dan basah. Itulah tanda kematian.’
Ketika temannya ini melihat jaketnya licin dan basah, ia mulai berpikir bahwa ia mati dan ia pun menangis. Kemudian orang lain mendatanginya dan berkata, ‘Itu kan cuma jaketmu yang licin dan basah. Kok kamu menangis. Kamu masih hidup!’
Di atas semua itu proses meditasilah (tafakkur & tadzakkur) yang dapat menemukan dimanakah ia dan apakah ia. Ini tidak menjadi sebuah kepercayaan melainkan keyakinan dan bahkan lebih dari keyakinan, karena ia adalah sebuah pendirian.
Ada seorang raja yang berpikir bahwa ia ingin menyerahkan kerajaannya dan ingin jadi murid saja. Ia ingin menyerahkan semua hal duniawi dan menenggelamkan dirinya dalam dunia spiritual.
Dan ketika ia pergi ke Bukhara dengan bimbingan seorang guru, sang guru memberinya tugas sebagai masa percobaan; dan tugas itu adalah membersihkan dan menyapu seluruh ruangan tempat murid-muridnya tinggal, juga mengumpulkan sampah dan membawanya ke luar desa.
Tentu saja murid-murid lain bersimpati kepadanya dan heran bahwa orang yang dulunya raja mau melakukan pekerjaan itu. Mereka berpikir bahwa semua itu pasti berat baginya. Sang guru tahu mengenai sesuatu yang tidak dapat ia lakukan sebelum ini.
Dan murid-murid mendatangi guru mereka, ‘Guru, kami semua bersimpati kepada orang itu, kami kira orang itu sangat beradab, sangat berbudaya, sopan, dan kami sangat senang jika guru membebaskannya dari tugas ini.’ Guru berkata, ‘Kita semua akan diuji.’
Suatu hari ketika mantan raja itu pergi keluar desa untuk membuang sampah, ia bertubrukan dengan seseorang dan membuat keduanya terjatuh. Ia menoleh dan berkata, ‘Aku tidak mengalami kejadian seperti ini selama ini. Asal kamu tahu saja!’ Dan ketika kejadian ini dilaporkan kepada sang guru, sang guru berkata, ‘Sudah aku bilang, saatnya belum tiba ‘kan?’
Setelah beberapa waktu, dibuat lagi ujian untuknya. Dan kejadian yang serupa terjadi lagi, dan mantan raja hanya menoleh kepada orang yang mendorongnya serta tidak berkata apa-apa. Guru berkata lagi, ‘Tidakkah aku bilang, memang belum waktunya?’
Tetapi untuk yang ketiga kalinya, ketika diuji bahkan ia tidak menoleh ke orang yang telah mengganggunya. Ia malah memunguti sampah yang jatuh berceceran dan membawanya pergi. Maka sang guru berkata, ‘Nah, sudah waktunya! Dia sekarang dapat memainkan kematian!’
Bila kita memikirkannya, apa maksud dari semua itu? Tidakkah kisah itu mengajarkan kepada kita bagaimana memainkan kematian? Orang mungkin berpikir bahwa ini sangat berat dan sang guru sangat kejam.
Tetapi sang guru sebenarnya telah melalui pengalaman ini di dalam periode kehidupannya dulu. Adakalanya kekejaman yang paling besar adalah kebaikan yang paling besar.
Memang berat, tetapi jalan yang paling berat dapat ditaklukkan dengan cara seperti ini. Dan sudah berapa kali kita mengambil hati kepada hal-hal yang tidak perlu?
Sudah berapa sering kita menjadi penyebab ketidakharmonisan hanya karena hal-hal yang sebenarnya dapat dihindari? Ada yang memainkan kehidupan dan ada yang memainkan kematian. Jika kita memainkan kematian, maka kita sampai pada kehidupan. Bila kita memainkan kehidupan, maka kita sampai pada kematian.
Memainkan kematian adalah memunculkan kepekaan dan ketidakpekaan, karena apa yang kita sebut kepekaan dan ketidakpekaan adalah milik tahapan tertentu.
Orang dapat memunculkan tahapan tersebut. Maka semua menjadi peka. Di samping ia akan menemukan bahwa orang-orang yang memainkan kematian atau orang-orang yang telah memainkan kematian adalah orang-orang yang paling terbuka dan bersimpati kepada penderitaan orang lain.
Sementara mereka sedang memainkan kematian, secara otomatis mereka juga sedang memainkan kehidupan. Itulah kenapa mereka hidup untuk segala sesuatu yang dapat membantu mereka untuk menolong orang lain, walaupun mereka mati terhadap kesalahan-kesalahan yang datang kepada mereka.
Apakah kehidupan mistik, dari orang yang telah menyadari Tuhan, jika ia tidak andil bagian? Bagian tidak satu bagian, tetapi seribu bagian. Ia harus memainkan bagian budak, guru, anak, orangtua, teman, tetangga, dsb. Dalam pikirannya ia menyadari kesatuan.
Dalam segala kapasitas yang ia mainkan, ia merasakan kemanunggalan hidup. Dua belas rasul tiba-tiba dapat berbicara dalam berbagai bahasa, dan sejak hari itu mereka dapat memainkan bagian-bagian dan menjawab berbagai pertanyaan dari setiap orang dalam bahasanya masing-masing. Inspirasi yang datang kepada mereka memampukan mereka memainkan bagian.
Jika seseorang ingin memainkan bagian, ini dapat disempurnakan dengan tidak menonjolkan dirinya. Ia harus terpisah dari dirinya. Ini keseluruhan rahasia, yaitu ketika seseorang tidak lagi memikirkan dirinya sendiri.
Peniadaan adalah sebuah kata yang menakutkan, kenyataannya tidak ada yang dilakukan kecuali bermain dengan nama yang berbeda, bentuk yang berbeda, penampilan yang berbeda. Peniadaan diri pertama datang dengan memuja bentuk atau penampilan lain.
Peniadaan tidak pernah membunuh seseorang. Ia fana di dalam Allah. Inilah langkah pada jalan peniadaan. Satu langkah adalah peniadaan pada ideal bentuk, kemudian ideal nama, terakhir peniadaan dalam tanpa nama dan tanpa bentuk.
Dadu, mistikus dari Rajastan mengatakan, ”Saya bukanlah apa-apa, dan tiada melakukan apa pun. Sebenarnya, seorang pandir pun bisa saja mencapai Engkau dengan Rahmat-Mu” 37]
Rumi bersyair :
“Bersihkanlah dirimu
dari rona-rona di wajahmu,
dan lihat sejatinya siapa dirimu.
Cermatilah apa yang ada di dalam kalbumu
Sebab semua ilmu para nabi
Tanpa buku juga tanpa guru.
[Matsnawi I. 3460-1]
Catatan Kaki :
34] Jubran Khalil Jubran, 1883-1931, penulis Libanon warga Amerika yang namanya sering dikenal sebagai Kahlil Gibran.
35] Abraham Harold Maslow, 1908-70, seorang psikolog Amerika dan memprakarsai eksponen psikologi humanistik. Lahir di Brooklyn, New York, dan studi di City College New York dan Universitas Wisconsin, Maslow menghabiskan waktunya dalam mengajar di Universitas Brandeis.
36] Upanishads, Brihad-aranyaka Upanishad, IV, 4, 1-2, S. Radhakrishnan, editor dan penerjemah, The Principal Upanishads, New York: Harper & Row, 1951, h. 269-70, 296
Assalamualaikum….
Allah maha atau segala hal
tak ada perang yang tak berujung.
laksana pedang yang setajam apapun tak ada yang tak bisa patah.
Balas

Hidup adalah sebuah perjalanan dimana kita harus berjuang untuk menjalaninya, hidup berawal dari sebuah mimpi untuk meraih sesuatu yg kita inginkan, kadang kala hidup ini indah tapi kadang kala hidup ini berasa pahit karena sesuatu yg membuat kita sedih.
Sesuatu yg kita impikan di dunia tidak selalu menjadi kenyataan, tetapi yg tidak kita duga selalu datang tiba tiba, dan biarlah kita menangis hari ini karena kesakita semalah, tapi usah kita tertawa berkepanjangan karena kebahagian belum pasti untuk selama lamanya.
Dan kehidupan adalah nikmat bagi orang yg mensyukuri dan menyadarinya. Kehidupan dunia tidak lain adalah sebuah permainan dan hiburan sedangkan kampung akhirat itulah kehidupan yg sebenarnya. Kehidupan di dunia ini tidak menjajanjikan kebahagiaan sepanjang masa, kadang kala manusia di asak dengan berbagai dugaan dan cobaan, sekiranya kita lemah, kita akan terus hanyut mengikuti kata hati dan tidak berusaha menyelesaikan untuk menyelamatkan diri dan keadaan.Sebaik baiknya seseorang adalah yg apabila diberi sesuati ia bersyukur dan bila tidak di beri apa apa ia bersabar. Tidaklah dunia menjadi obsesi seseorang , melainkan menjadi melekat dihatinya terhadap empat perkara :
1. Kefakiran yg tak kenal kekayaan
2. Keinginan yg tak pernah putus putus
3. Kesibukan yg tak pernah habis
4. Dan angan angan yg tak pernah putus
Sesungguhnya hati adalah kehidupan, tersenyumlah di saat yg lain gembira, menangislah disaat yg lain terluka, berdoalah disaat yg lain berduka, berlarilah disaat yg lain ingin berhenti, berteriaklah disaat yg lain bersembunyi, bernyanyilah disaat yg lain merasa sepi, gunakan hatimu disaat yg lain tidak lagi percaya, tidak lagi percaya bahwa hati adalah inti dari kehidupan.
Tapi sesungguhnya kita hidup untuk mati, kok bisa gitu ??
aneh juga ya, masak hidup untuk mati, gini lho aku jelasin mksudnya itu hidup kita itu persiapan mati, dan selama kita hidup kita harus bisa melakukan yg terbaik, janganlah kita berbuat sesuatu yg merugikan, tapi ingatlah sahabat kita diakhirat itu hanyalah AMAL perbuatan kita di kehidupan dunia, tapi apa nyata nya ?? banyak banget sekarang orang orang yg upa akan akhirat dan mereka lebih mementingkan untuk mengejar kesenangan duniawi, lho lho ok malah gitu ?? kan seharusnya kita melakukan yg terbaik untuk saku kita di hari akhir bukan ?? tapi banyak orang yg berfikiran bahwa hidup itu untuk meraih kebahagian, tapi yg benar itu hidup dengan cara bahagia bukan untuk tujuan bahagia. Hidup itu sesuatu yg rumit dimana kita diberikan sebuah pilihan dan kita harus pintar untuk menentukan sebuah pilihan yg benar dan tak menyesalkan.
kadang kala hidup tersa sangat pahit saat kita di landa sebuah cobaan yg begitu besar, tapi sesungguhnya itulah yg namanya hidup, disaat kita di landa sebuah cobaan itu pertanda kita di perintah untuk selalu ingaikan kepada SANG PENCIPTA, dan itu bukti bahwa Allah masih sayang kita dan membererikan sebuah pelajaran hidup melalui sebuah cobaan itu sendiri, tapi ingat Allah tidak mungkin memberikan sebuah cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. tapi seharusnya kita harus lebih sabar untuk menghadapi semua cobaan yg ada di kehidupan kita. Dan kita tak boleh menyerah untuk menjalani kehidupan ini, tapi kita harus tetap SEMANGAT dan SEMANGAT untuk menjalni hidup ini agar kelak kita dapatkan kebesaran ALLAH ta'ala. Dan salah satu untuk menghadapi hidup ini adalah jangan selalu mengingat ngingat sebuah masa lalu karena kita akan masih ada sebuah masa depan yg kelah kita harus meraihnya.  Ohh iya masih ada satu lagi tetap tersenyum saat kit sedang mengalami sebuah cobaan dan tetap bersyukur atas nikamat Allah dari yg pahit hingga yg manis. karena dengan kita lebih bersyukur maka kita akan merasakan kenikmatan itu sepahit apapun.
ENJOY WITH LIFE,ALWAYS REMEMBER ALLAH and ALWAYS BE GRATEFUL FOR BLESS ALLAH

semoga bermanfaat, dan jangan lupakan akhirat selama kita hidup di dunia, karena HIDUP ITU SESUNGGUHNYA UNTUK MATI :)

Tentang Kehidupan :

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.


Kita di ciptakan Tuhan saling berpasangan, jadi jangan risau jika kamu dihianati oleh cinta. Cinta bukan sekedar kata-kata yang bisa lupa kapan saja.


Aku terus bertanya kenapa cinta sedemikian kejam
Musik dan sinetron tak henti menghamburkan cerita duka dan adegan tragis tentang cinta
Kenapa kebahagiaan itu tak kunjung datang
Bukankah cinta yang akan membawa damai dan bahagia


Jangan mengatas namakan cinta jika kamu hanya bertujuan untuk nafsu dan nista.


Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal di kendalikan maka kita akan menjadi pennghuni neraka.


Kesungguhan Cinta dan ketulusan cinta tidak akan luntur hanya dgn keegoisan semata.


Bila ada cahaya dalam jiwa.maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang.akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga.Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga,akan hadir ketertiban dalam negara.Dan bila ada ketertiban di dalam negara,akn hadir kedamaian dunia.


Barang siapa berhasil menundukan hawa nafsunya, maka dia akan b'bahagia dan memperoleh kemenangan. Sebaliknya, barangn siapa yang di kalahkan oleh hawa nafsunya, maka dia menderita kerugian dan celaka.


Di tangan manusia terletak masa depan bumi yang tidak terhingga, dan kita bisa lebih dan akan senantiasa semakin memahami kenyataan ini apabila kita meningkatkan pengetahuan dan cinta kita.


Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kamu. Ingatlah bahwa kamu menunjukan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka tapi karena siapakah diri kamu.


Barang siapa melewatisatu hari tanpa mengisinyadengan kebenaran, kewajiban, kemuliaan, pujian, kebaikan, atau ilmu yang di petiknya, maka dia telah mendurhakai harinya dan menganiaya dirinya.


Harta adalah apa yg dimakan sampai kenyang, yg dipakai sampai lapuk dan yg di sumbangkan kepadaorang lain. Mahluk yg paling mulia di dunia ini adalah manusia, dan bagian tubuh manusiayg paling mulia adalah hati.


Kesetiaan merupakan sifat yg paling suci dari hati manusia. (Seneca) Nikmatilah hidup kmu dengan melakukan hal - hal kecil, karena suatu saat nanti jika menoleh ke belakang, t'nyata hal - hal kecil itu tidak kecil.

Semoga dengan kumpulan kata bijak diatas, anda dapat mengaplikasikannya satu per satu dalam kehidupan anda.
Life is excellent, demikian ungkapan yang terlontar dari manusia-manusia yang telah memahami hakekat kehidupan. Dirinya tidak pernah merasakan terhimpit oleh jeratan permasalahan, meski pada hakekatnya permasalahan tidak pernah luput menghampirinya. Jiwanya selalu tenang dan tenteram, karena dirinya sadar bahwa dalam kehidupan tidaklah selalu berjalan mulus. Dan akal pikirannya pun selalu merdeka dari bisikan ‘makhluk halus’ yang selalu menjajah dan mengajaknya untuk merasakan kenikmatan semu.
Hidup memang tidak semudah mengedipkan kelopak mata, namun hidup terus berputar mengiringi arus usia kita. Kegagalan adalah warna yang menghiasi alur kehidupan kita, dan kegagalan bukanlah satu-satunya alasan yang dapat memutuskan harapan, karena mungkin dibalik itu semua tersimpan hikmah yang dalam, hanya karena kita saja yang belum dapat menemukan mutiara hikmah tersebut sehingga terkadang diri kita terlanjur putus asa dan kalah sebelum berperang.
Memang, ternyata hidup itu indah, bila kita mampu menyikapinya secara arif dan bijaksana. Kita akan selalu dapat tersenyum meski penat dan letih menyelimuti raga, meski perih dan lirih menyayat di hati. Karena kita yakin, bahwa Dia akan selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang menimpa kita, seberat dan sebesar apapun permasalahannya.
Bismillah…
Kehidupan tak selamanya indah, bahkan penuh gejolak dan halang rintang. Tapi justru dari sanalah kita tumbuh dan belajar menjadi dewasa. Dari sana kita bisa  memahami bahwa hidup itu kan indah jika penuh warna, tidak stagnan, namun tetap dalam koridor Pencipta.
Sabar adalah pelita kehidupan itu. Ia kan menjaga setiap hati dalam ketenangan. Karena itu, kesabaran senantiasa diperlukan untuk setiap kita bertahan menghadapi terpaan badai dan taufan yang mungkin kan menumbangkan kekukuhan pondasi yang telah kita bangun sejak awal. Apa  yang terjadi pada diri kita adalah bagian-bagian kecil mozaik kehidupan yang kan indah jika itu telah menyatu sebagai lukisan pena Allah. Seberapa besarpun rencana yang kita bangaun , masih teramat besar dan indah rencana Allah untuk kita. Namun bukan berarti kita harus pasrah tanpa ikhtiar, dan tawakkal ketika kita tahu bahwa rezeki, jodoh, dan lain-lain telah ditentukan Allah untuk kita. Allah akan selalu melihat apa yang kita kerjakan, dan mendengarkan apa yang kita panjatkan kepadaNya. Maka sedah seharusnya manusia melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, bersungguh-sungguh dan menyerahkan hasilnya kepada Allah semata, karena yang berhak menentukan nasib seseorang hanyalah Allah. Ketika Dia telah berkehendak meyelamatkan seseorang, maka tidak akan ada yang mampu mencelakakannya, dan ketika berkehendak menurunkan mudhorot kepada suatu kaum, maka tidak akan ada yang mampu menghidarkannya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Saat datang suatu ujian kepada kita, janganlah kita menganggapnya sebagai musibah. Tahukah kau, apa musibah itu? Yakni ketika ujian yang datang kepadamu membuatmu semakin menjauh dari Allah, dan melupakanNya. Sedangkan ketika ujian itu meskipun begitu menyedihkan dan menyakitkan, maka jika itu mampu membuatmu mengingat Allah, dan semakin dekat kepadaNya, maka itu adalah anugerah. Mengapa anugerah? Bukankah ketika kita dilanda ujian, sedang kita merasa tak mampu dan tak berdaya, kemudian meminta pertolongan Allah dengan sungguh-sungguh melaui ibadah kita. Dan sungguh jika engkau sadari bahwa itu adalah kenikmatan yang tiada terkira, yakni ketika kita diperingatkan Allah untuk bertaubat atas kesalahan dan dosa-dosa kita,untuk bertawakal, dan memperbaiki kesalahan kita melalui doa-doa, dan memperbanyak ibadah. Maka Allah sesunguhnya sedang mentarbiyah kepada kita melalui ujian itu, dan menyiapkan diri kita untuk memperoleh ganti atas ujian itu dengan sesuatu yang lebih baik.
Bersabarlah saudaraku, bersabarlah selagi Allah masih melimpahkan kekuatan padamu untuk bertahan dalam ketidaknyamanan itu. Bersabarlah, dan sadarlah bahwa setiap orang pasti mengalami ujian untuk mengetahui seberapa besar ketaatan dan kecintaan makhlukNya kepada Sang Pencipta. Cobalah kita menengok kepada orang lain yang menerima ujian yang jauh lebih berat dari pada diri kita. Maka tentulah kita akan malu karena diluar sana banyak orang-orang yang lebih keras cobaannya sedang mereka tetap bersabar, tapi kita disini dengan ujian yang bisa dikatakan lebih ringan kita mudah mengeluh dan bahkan menyerah pada keadaan. Bukankah Allah memberikan cobaan ini sesuai dengan kesanggupan kita? Maka berhusnudzanlah. Dan yakinlah saudaraku, bahwa Allah amat menyayangimu, jauh melebihi rasa sayangmu terhadap dirimu sendiri. Dan Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan.
Wakafaa billahi wakiilaa….

0 komentar:

Posting Komentar

 

moozee